Minggu, 29 Mei 2016

10 Ide Non Fiksi


10 Ide Nonfiksi yang Bisa dijadikan Sebuah Buku
Pada tanggal 27 Mei 2016, saya dan teman – teman Kelas Menulis Online (KMO) lainnya mendapatkan sebuah tugas untuk menuliskan 10 ide nonfiksi dari Coach. Berikut merupakan 10 ide non fiksi yang saya miliki :
1.      Ayo Hijrah
Hijrah merupakan pindah kepada sesuatu yang lebih baik. Ide ini muncul untuk mengajak khalayak ramai bersama –sama untuk hijrah, khususnya kepada muslimah Indonesia.

2.      Menjaga Hati
Ide ini muncul untuk mengembangkan serta mengajarkan cara menjaga hati dari sikap – sikap yang tidak Allah sukai.

3.      Ayo PACARAN (Perbayak Baca Al Qur’an)
Tema ini sengaja di ambil dari hal – hal yang lumrah terjadi dikalangan remaja, akan tetapi di berikan modifikiasi untuk mengajak kepada kebaikan.

4.      Tak ada Pacaran setelah menikah
Allah telah melarang setiap hamba-Nya untuk tidak mendekati zina. Salah satu sumber zina adalah melalui pacaran. Pada umumnya, para remaja yang ada saat ini lebih mengutamakan pacaran kemudian baru menikah. Oleh karena itu, ide ini akan membahas mengenai pacaran dan pernikahan secara rinci dengan tujuan untuk mengubah pola pikir para remaja.

5.      SKRIPSI
Skripsi merupakan dilema yang melanda mahasiswa tahun akhir, terutama saya sendiri. Oleh karena itu, untuk memberikan semangat kepada diri sendiri dan orang lain, dalam tema ini akan di bahas tips – tips ampuh dalam menggarap skripsi.

6.      SEMANGKA (Semangat Karena Allah)
Dalam melakukan sesuatu hal, landasan utama mengerjakannya adalah karena Allah. Akan tetapi dalam fanomena keseharian,banyak orang yang melakukan sesuatu karena ingin di puji, mendapat penghargaan dan sebagainya. Ide ini muncul untuk memperbaiki niat dan cara pandang para pembaca.

7.      Pundak yang kuat
Pundak yang kuat merupakan suatu anugerah dari Allah SWT untuk para hambanya dalam mengemban amanah.

8.      Kamu Aktifis?
Ide ini akan membahas seputar pergerakan mahasiswa dan memberikan gambaran secara gamblang mengenai seseorang yang bisa dikatakan sebagai aktifis.

9.      Relawan
Ide ini muncul ketika saya bergabung menjadi Relawan Nusantara Padang (Relawan RZ). Melalui ide ini,saya akan menceritakan perjalanan kehidupan menjadi seorang relawan yang upahnya adalah mengharapkan ridho Allah SWT.

10.  Berbagi Senyum
Senyum merupakan suatu hal yang kecil, akan tetapi sangat besar maknanya. Kadangkala banyak orang yang ditemui tidak mau berbagi senyum dengan orang lain, sehingga terlihat angkuh dan sombong. Selain dari itu, di luar sana,masih banyak orang – orang yang sulit untuk tersenyum karena beberapa hal seperti, hidup yang susah, perekonomian yang lemah, tinggal di lingkungan kumuh dan lain – lain. Makna berbagi senyum dalam ide ini adalah memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, sehingga mampu menyenangkan hatinya.

Demikianlah 10 ide non fiksi yang saya miliki.



Kamis, 26 Mei 2016

Kenapa Harus Menulis?


Kenapa Harus Menulis?
Kadangkala tidak semua yang di rasa bisa di ungkapkan dengan lisan, akan tetapi tulisan bisa mewakilkannya. Entah kenapa dari dulu saya sangat tertarik dengan dunia kepenulisan, hanya saja saya masih belum memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi seorang penulis. Belakangan ini, seorang mahasiswi yang berada satu organisasi kampus dengan saya telah berhasil menerbitkan buku best seller. Ia menulis hanya membutuhkan waktu satu minggu saja untuk mengerjakan satu buah buku. Luar biasa bukan? Dan sekarang buku keduanya telah terbit. Lalu saya kapan? Pertanyaan itu selalu muncul setiap harinya dalam benak saya, hingga suatu ketika saya mendapatkan informasi tentang Kelas Menulis Online. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahim,semoga ini adalah langkah awal bagi saya dalam mewujudkan sebuah mimpi besar yang pernah terpampang besar didinding kamar.
Menulis bisa mengajarkan banyak hal. Dengan tulisan bisa menyebarkan dakwah ke kalangan umum dan bahkan dunia bisa membaca apa yang kamu tuliskan. Kedengarannya cukup keren bukan? Tapi butuh perjuangan yang luar biasa untuk menyelesaikannya.
Saya yakin, siapapun orangnya, apapun pekerjaannya pasti punya potensi untuk menjadi seorang penulis begitu juga dengan saya. Menulis tidak harus melalui buku saja, tetapi juga bisa menulis lewat berbagai media lain, lewat blog, forum, ataupun berbagai media sosial lainnya. Saya senang karena bisa berbagi kepada banyak orang. Menulis sebenarnya tidak membutuhkan energi yang banyak, hanya saja perlu mengatur waktu untuk menulis. Menulis bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, yang paling penting adalah setiap ide yang muncul harus di tulis secepat mungkin agar ide – ide yang muncul tersebut tidak hilang dan terbuang begitu saja.
Imam Al-Ghazali berkata, “ Jika kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka menulislah.” Ungkapan yang luar biasa dan mempunyai makna yang cukup mendalam. Jika punya potensi untuk menjadi penulis, lantas kenapa tidak dimanfaatkan? Jangan biarkan goresan – goresan kecil yang ada hanya menjadi sarang bahasa di sederetan tumpukan buku. Jangan jadikan tulisan yang ada di laptop atau media lainnya hanya menjadi sampah yang tak bernilai. Menulis adalah salah satu jalan untuk mengembangkan kreatifitas, dimana segenap penghayatannya dan setiap gerak kehidupan tertulis indah dalam bait – bait tulisan yang akan menjadi sebuah kenangan.
Lalu menunggu apalagi? Menulislah! Jika kamu kehabisan ide, lanjutkan saja. Lakukan apa yang bisa dilakukan, InsyaAllah akan ada jalan keluarnya. AllahuAkbar…!! Satu hal yang harus kamu ingat adalah, “ Dirimu barangkali hanya dikenal ketika kamu hidup saja, tapi yakinlah bahwa tulisanmu akan di kenang ribuan tahun yang akan datang meskipun engkau sudah tak menghembuskan nafas lagi.” Maka jadilah penulis, penulis yang banyak menginspirasi lewat bait – bait tulisan yang mengandung makna dalam setiap kehidupan.