Kenapa
Harus Menulis?
Kadangkala
tidak semua yang di rasa bisa di ungkapkan dengan lisan, akan tetapi tulisan
bisa mewakilkannya. Entah kenapa dari dulu saya sangat tertarik dengan dunia
kepenulisan, hanya saja saya masih belum memiliki motivasi yang kuat untuk
menjadi seorang penulis. Belakangan ini, seorang mahasiswi yang berada satu
organisasi kampus dengan saya telah berhasil menerbitkan buku best seller. Ia menulis hanya
membutuhkan waktu satu minggu saja untuk mengerjakan satu buah buku. Luar biasa
bukan? Dan sekarang buku keduanya telah terbit. Lalu saya kapan? Pertanyaan itu
selalu muncul setiap harinya dalam benak saya, hingga suatu ketika saya
mendapatkan informasi tentang Kelas Menulis Online. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahim,semoga ini
adalah langkah awal bagi saya dalam mewujudkan sebuah mimpi besar yang pernah
terpampang besar didinding kamar.
Menulis
bisa mengajarkan banyak hal. Dengan tulisan bisa menyebarkan dakwah ke kalangan
umum dan bahkan dunia bisa membaca apa yang kamu tuliskan. Kedengarannya cukup
keren bukan? Tapi butuh perjuangan yang luar biasa untuk menyelesaikannya.
Saya
yakin, siapapun orangnya, apapun pekerjaannya pasti punya potensi untuk menjadi
seorang penulis begitu juga dengan saya. Menulis tidak harus melalui buku saja,
tetapi juga bisa menulis lewat berbagai media lain, lewat blog, forum, ataupun
berbagai media sosial lainnya. Saya senang karena bisa berbagi kepada banyak
orang. Menulis sebenarnya tidak membutuhkan energi yang banyak, hanya saja
perlu mengatur waktu untuk menulis. Menulis bisa dilakukan dimana saja dan
kapan saja, yang paling penting adalah setiap ide yang muncul harus di tulis
secepat mungkin agar ide – ide yang muncul tersebut tidak hilang dan terbuang
begitu saja.
Imam
Al-Ghazali berkata, “ Jika kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama
besar, maka menulislah.” Ungkapan yang luar biasa dan mempunyai makna yang
cukup mendalam. Jika punya potensi untuk menjadi penulis, lantas kenapa tidak
dimanfaatkan? Jangan biarkan goresan – goresan kecil yang ada hanya menjadi
sarang bahasa di sederetan tumpukan buku. Jangan jadikan tulisan yang ada di
laptop atau media lainnya hanya menjadi sampah yang tak bernilai. Menulis adalah
salah satu jalan untuk mengembangkan kreatifitas, dimana segenap penghayatannya
dan setiap gerak kehidupan tertulis indah dalam bait – bait tulisan yang akan
menjadi sebuah kenangan.
Lalu
menunggu apalagi? Menulislah! Jika kamu kehabisan ide, lanjutkan saja. Lakukan apa
yang bisa dilakukan, InsyaAllah akan ada jalan keluarnya. AllahuAkbar…!! Satu
hal yang harus kamu ingat adalah, “ Dirimu barangkali hanya dikenal ketika kamu
hidup saja, tapi yakinlah bahwa tulisanmu akan di kenang ribuan tahun yang akan
datang meskipun engkau sudah tak menghembuskan nafas lagi.” Maka jadilah
penulis, penulis yang banyak menginspirasi lewat bait – bait tulisan yang
mengandung makna dalam setiap kehidupan.