Rinduku kosong
Nanar mataku mencoba meng eja
Nama kehidupan yang sedang ku jaga
Apakah aku harus mengulum senyum yang setiap detiknya ingin ku ukir dilangit?
Ataukah harus aku sipitkan mataku, agar mereka mengira aku bahagia?
Bahkan untuk bernafas saja aku butuh sesuap tenaga
Karena mengingatmu itu nafas, merindukanmu itu bahagia, mencintaimu itu nyawa, dan kamu memaksaku untuk hidup tanpa semua itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar