Jumat, 17 Februari 2017

Salam Perjuangan Sayang

Kalau kita berbincang perihal kopi dan suara lantunan kehidupan, tentang perjalananmu yang di patahkan oleh seseorang, jatuh lalu bangkit kembali
Tentang halal dan haramnya sebuah kehidupan yang sering kita tertawai saat konferensi bangku kosong di padang ilalang
Lalu, pandangan seperti apa yang kita kita lemparkan pada sosok yang punya sisi kelam?
Apa pandangan syukur atau sebuah kebencian?
Seharusnya kau paham, kita tidak akan bisa mendefenisikan kondisi seseorang andai kita tidak memandang dari segala sisi. Hati yang membenci tidak akan mampu untuk mencinta.
Kau reguk kopimu lantas berkata ,"Mulut bukan hanya digunakan untuk menceritakan aib dan kejelekan masa lalu seseorang, bukan pula untuk mengkritik lalu menyalahkan perubahan diri seseorang. Lebih dari itu, mulut digunakan untuk mengatakan perihal yang baik, yang benar dengan dasar pengetahuan, karena bersamamu seseorang harus merasakan nyaman yang tiada duanya. Ya! Mengajak dalam taat."
Aku tertegun mendengar kalimat tersebut lantas terkagum.
Di zaman modern yang mendewakan kekuasaan masih saja ada ketulusan hawa yang memegang prinsip seperti itu.
Hanya satu hal saja ; Ajari aku mencintai Allah
Bertandang malu
Ampun,Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar