Perihal
sesiapa aku bagimu hari ini,
Mungkin
saja hanya sekedar pelarian
Sekedar
mengisi separuh hatimu yang kosong
Sekedar
mengobati lukamu yang belum kering
Bagimu
mungkin tak mengapa
Tapi tidak bagiku,
Hadirmu
yang sesaat membuat aku tak mampu menghitung jumlah cinta yang tercipta
Kamu
mungkin paling tau,
Air
wajahmu paling menentramkan untukku pandang
Paling
tau, perkara apa yang paling aku khawatirkan
Kini
kau telah pergi dan kembali mengemis pada hati yang lain
Tinggallah
rinduku diambang ringkih
Lalu
dengan bahasa apa aku merayakan kehilangan?
Haruskah
pura pura bahagia disaat hati menangis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar