Kamis, 03 November 2016

Cinta Yang Jauh

Cinta yang jauh

Hujan : Di sibuk hari - harimu, aku berharap kita masih sama - sama punya pagi yang libur.
Sekedar untuk merapikan rindu - rindu yang tak teratur .

Kopi : Seberantakan apapun, aku masih suka.

Hujan : Dan terkadang benar, ternyata Tuhan hadirkan pertemuan bukan untuk ditetapkan, bukan disatukan atau bukan memisahkan, tetapi memberi sebuah pelajaran. Kadang aku merindukan sapaan hangatmu di pagi hari.

Kopi : Sama, kala fajar aku menjadi nyeri sendiri, ketegaran yang aku peranlkan kini benar - benar tak bekerja dengan baik. Aku rindu sapamu dalam setiap hangatnya sebuah pertemuan.

Hujan : Iyakah itu yang kau rindukan? Lantas mengapa hadirku membuatmu merasa tak ada?
Kelak kau akan sangat merindukanku, sat aku sudah tak ada, begitu juga dengan ceritaku. Kau hanya akan menjadi penonton terbaik di setiap tawaku, tak ada lagi sedih, kisahku sudah mendewasa dengan sempurna.
Setelah itu, jika kau tak menemukan aku dimanapun, barangkali aku sedang berada di dalam rasa bersalahmu.

Tidak mengapa, kita bukan ganjil yang sedang berjuang digenapkan..

Kita bukan beda, yang di beda tetap nyata


Kita bukan rindu yang dimata tertuju

Kita bukan badai air mata yang memimpikan pelangi pagi

Kita bukan sebuah lalu dan melaluinya

Begini saja, kita memang sebuah pinta, tapi Tuhan kulumkan dalam sama yang tak seharusnya

Selayaknya paku, kau tajam aku luas

Ketika Nanti kita bertemu 10:35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar